Tentang Guan Yu

Posted in 1 on April 13, 2009 by mareno1989

Guan Yu adalah salah satu jendral besar di Kerajaan Shu pada periode Tiga Kerajaan. Beliau termasuk dalam 5 Macan Shu (5 Tigers of Shu) yang merupakan 5 orang jendral utama yang memegang peranan penting dalam bidang kemiliteran di kerajaan Shu. Guan Yu dikenal karena kepiawaiannya dalam berperang dan loyalitasnya. Bahkan kepribadiannya yang begitu agung dipuja juga oleh musuh mereka, Cao Cao. Berikut ini ringkasan kisah kehidupannya:

Awal Kehidupannya

Guan Yu lahir di negara Xie, kabupaten Hedong (kini menjadi Yun Cheng, Shanxi)  pada tahun 162 Masehi.  Nama aslinya adalah Guan Yun Chang. Wajahnya tampan, alisnya bagaikan ulat sutra, tubuhnya tinggi besar (untuk ukuran orang zaman dulu, Guan Yu termasuk sangat tinggi).  Sejak masih muda Guan Yu sudah memiliki rasa keadilan dan kebenaran yang tinggi, bila ada orang kecil yang ditindas maka Guan Yu tidak takut untuk membela orang kecil tersebut. Rasa keadilannya yang tinggi inilah yang nantinya akan merubah jalan hidupnya dari rakyat biasa menjadi orang yang luar biasa.

Peristiwa yang Merubah Takdir

Suatu saat, Guan Yu yang berusia 23 tahun, sedang berjalan-jalan mengelilingi kampungnya ketika tiba-tiba ia melihat seorang tua yang sedang menangis sedih. Guan Yu lantas menanyai orang tua tersebut alasannya menangis seperti itu.
“Orang tua, mengapa engkau menangis meraung-raung seperti ini?”, tanya Guan Yu.
Orang tua itu bercerita bahwa anak gadis kesayangannya dirampas oleh seorang preman lokal yang bernama Lu Xiong untuk dijadikan gundik. Lu Xiong memang suka bertindak sewenang-wenang terhadap penduduk desa. Digerakkan oleh rasa keadilannya, Guan Yu lalu berseru dengan keras,
“AKU AKAN MEMBUNUH LU XIONG DAN MEMBAWA KEMBALI ANAK ANDA!”.
Guan Yu lantas mencari dan membunuh Lu Xiong.
Anak gadis yang tadinya dirampas lantas dikembalikan lagi pada orang tua tersebut. Orang tua itu sangat bersyukur karena Guan Yu membantunya untuk mendapatkan anaknya kembali. Demikian juga para penduduk desa, mereka sangat berterima kasih karena Guan Yu telah membunuh orang yang menjadi ancaman bagi desa mereka, namun Guan Yu menyadari bahwa ia telah membunuh orang dan pasti segera dikejar oleh aparat yang berwenang. Guan Yu segera mengemasi barangnya lalu segera meninggalkan kampung halamannya.

Wajah Berubah Jadi Merah

Dengan memutuskan untuk melarikan diri dari kampung halamannya, Guan Yu telah melakukan hal yang tepat karena setelah peristiwa pembunuhan yang dilakukannya, aparat berwenang langsung menempel pengumuman untuk menangkap Guan Yu. Pengejaran terhadap Guan Yu dilakukan selama 5 tahun, sepanjang itu juga Guan Yu harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melarikan diri dari kejaran petugas berwenang. Suatu hari, Guan Yu yang kelelahan tiba di suatu kota bernama Dong Guan, ia berniat masuk ke dalam kota tersebut namun ia sadar bahwa wajahnya sudah kotor sekali, ia lantas pergi ke sebuah mata air di dekat sana untuk membasuh dan membersihkan wajahnya. Begitu ia membasuhkan air dari mata air tersebut ke wajahnya, seketika itu juga wajahnya menjadi merah sampai-sampai ia sendiri tidak bisa mengenalinya lagi. Menyadari wajahnya kini sudah berbeda dari sebelumnya, ia lantas dengan mantap melangkahkan kakinya memasuki kota Dong Guan tersebut. Prajurit penjaga gerbang kota sempat menghentikannya karena mencurigainya sebagai buronan yang sedang dicari-cari namun karena wajahnya yang sudah berubah, prajurit itu lantas membiarkannya masuk ke dalam kota. Guan Yu akhirnya terbebas dari kejaran aparat yang berwenang.

Panggilan Negara

Guan Yu yang penampilannya sudah berubah akhirnya lolos dari kejaran aparat berwenang dan memulai hidup barunya yang lebih tenang. Saat itu, Dinasti Han sedang berada di ambang kehancurannya karena para pejabat yang korup sementara Kaisar yang berkuasa saat itu masih sangat muda sehingga belum memiliki kompetensi untuk memerintah dengan baik. Merasa tidak puas dengan kekaisaran yang ada, muncullah Pemberontakan Sorban Kuning yang dipimpin oleh Zhang Jiao. Kekaisaran sangat kewalahan dengan munculnya pemberontakan ini karena semakin hari kekuatan pemberontak semakin besar dikarenakan rasa ketidakpuasan rakyat terhadap kekaisaran. Kekaisaran akhirnya menyebarkan selebaran yang ditempel di berbagai tempat umum yang berisi ajakan untuk bergabung dengan pasukan kekaisaran dalam menumpas pemberontakan ini. Guan Yu yang melihat pengumuman tersebut, merasa ia terpanggil untuk mendaftarkan diri ke prajurit pemberantas pemberontak. Ia lantas segera mengemasi barang-barangnya ke dalam sebuah gerobak dan bersiap-siap mendaftarkan diri untuk bergabung dengan tentara pembasmi pemberontakan.

Pertemuan 3 Orang yang Sehati

Guan Yu memulai perjalanannya untuk mendaftarkan diri sebagai pasukan kekaisaran. Setelah berjalan beberapa lama, ia tiba di Negara Zhou. Guan Yu lantas memutuskan untuk singgah sebentar ke kota itu untuk minum sedikit arak sebelum nantinya ia melanjutkan perjalanan lagi. Memasuki kota, ia segera mencari kedai minum terdekat. Setelah menemukan kedai itu, Guan Yu meletakkan gerobaknya di luar kedai dan melangkah masuk ke dalam kedai tersebut. Semua mata memandangnya karena wajahnya yang merah, matanya yang bagaikan mata phoenix, tubuhnya yang tinggi besar, kumis dan janggutnya yang lebat, alisnya yang tinggi dan tebal bagaikan ulat sutra, penampilannya sungguh berkharisma . Guan Yu segera berkata,
“Cepat bawakan aku arak! Aku sedang terburu-buru untuk mendaftarkan diri jadi prajurit untuk melawan pemberontak!”. Pelayan itu tanpa banyak bertanya segera menuju ke dapur untuk mengambil arak. Guan Yu mengelus janggutnya yang panjang kemudian menyadari bahwa dari awal ia masuk ke dalam kedai ada dua orang yang terus-menerus memperhatikannya. Guan Yu tidak menghiraukan pandangan mereka berdua hingga kemudian salah seorang dari mereka datang mendekati Guan Yu. Dia adalah Liu Bei, seorang keturunan kaisar yang juga ingin memberantas pemberontakan yang terjadi.
“Aku adalah Liu Bei, aku adalah keturunan kaisar dan aku sangat prihatin dengan terjadinya pemberontakan ini, kudengar kau berminat untuk mendaftarkan diri jadi tentara.Aku dan temanku juga sedang berencana membangun kekuatan untuk memberantas pemberontakan. Maukah kau bergabung dengan kami?”, tanya Liu Bei dengan santun.
“Aku adalah Guan Yu, aku sebenarnya adalah buronan karena aku membunuh seorang preman di tempat asalku. Merupakan suatu kehormatan bagiku untuk dapat bergabung denganmu”, jawab Guan Yu mantap.
Mereka bertiga, Guan Yu, Liu Bei dan Zhang Fei akhirnya duduk bersama dan mulai berdiskusi mengenai rencana besar mereka. Dengan diskusi mereka tersebut, suatu takdir besar sebenarnya telah menanti mereka bertiga walaupun mereka bertiga belum menyadarinya.

Sumpah Persaudaraan di Kebun Persik

Diskusi Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei semakin menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki banyak persamaan dalam pemikiran. Zhang Fei lantas berkata,” Aku merasa banyak persamaan antara kita bertiga. Mengapa kita tidak mengangkat diri sebagai saudara angkat saja?”. Liu Bei dan Guan Yu setuju atas usulan Zhang Fei ini.
“Kebun persik di belakang rumahku sedang bersemi, bunganya bermekaran dan sangat indah, mari kita adakan sumpah saudara di kebun persikku besok?”, lanjut Zhang Fei. Liu Bei dan Guan Yu lagi-lagi setuju dengan usulan Zhang Fei.
Singkat cerita, keesokan harinya mereka bertiga mengumpulkan para penduduk desa sebagai saksi sumpah persaudaraan mereka.
“Kami bertiga, Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei, walau berasal dari keluarga yang berbeda namun satu hati dan bersumpah untuk saling mengangkat saudara dan membantu sesama sampai akhir. Kami bersumpah untuk saling membantu sesama di saat sulit dan menikmati kesenangan di saat bahagia. Kami bersumpah untuk  melayani negara dan rakyat. Kami tidak dilahirkan di waktu yang sama, namun kami bersedia mati di saat yang sama. Semoga Langit, Yang Maha Kuasa, Bumi dan semua yang menghasilkan mendengarkan sumpah kami. Jika kami melupakan sumpah ini dan kebaikan serta kebenaran maka biarlah langit dan bumi menyiksa kami.”
Setelah mengucapkan sumpah setia itu, Guan Yu dan Zhang Fei bersujud pada Liu Bei dan memanggilnya Kakak tertua karena Liu Bei masih keturunan kaisar. Guan Yu diangkat jadi kakak kedua karena ia lebih tua beberapa bulan dari Zhang Fei.  Mereka bersama pada penduduk desa menikmati pesta syukuran dan kemudia 300 orang pemuda bersedia bergabung dengan mereka bertiga untuk menumpas pemberontakan.

About Zhuge Liang

Posted in Zhuge Liang on Maret 3, 2009 by mareno1989

AD 181 Guang He 4th year (0 years old)
-Zhuge Liang was born in Lang Ya Guo, Yang Du county.

AD 188 Zhong Ping 5th year (8 years old)
-Death of Zhuge Liang’s father, Zhuge Gui.
-Zhuge Liang and his siblings were raised by their uncle Zhuge Xuan.

AD 197 Jian An 2nd year (17 years old)
-Death of Zhuge Liang’s uncle, Zhuge Xuan.
-Zhuge Liang moved to Long Zhong where he studied and farmed the land.
-Zhuge Liang befriended Shi Guang Yuan, Xu Yuan Zhi (Xu Shu), Meng Gong Wei, Sima Hui and Pang Tong.
-Zhuge Liang married the daughter of Huang Cheng Yan.

AD 207 Jian An 12th year (27 years old)
-Liu Bei visited Zhuge Liang three times.
-Zhuge Liang proposed the Long Zhong Plan and joins Liu Bei.

AD 208 Jian An 13th year (28 years old)
-Zhuge Liang befriended Liu Qi and give him advice to stay and build up his troops at Jiang Xia.
-Zhuge Liang propose to Liu Bei to launch fire at Bo Wang Slope when Cao Cao’s troops advance to attack Liu Bei teritories. Battle of Bo Wang Po wins, and Zhang Fei submit to Zhuge Liang.
-Liu Bei retreat from Xinye with Xinye people, together with Zhuge Liang. Cao Cao’s troops chase over Liu Bei troops. Zhuge Liang went to JiangXia to request Liu Qi to send reinforcement troops to Liu Bei’s troops.
-Liu Bei retreated to Xia Kou and sent Zhuge Liang as emissary to Wu.
Zhuge Liang persuaded Sun Quan to ally with Liu Bei against Cao Cao.
-In meeting with Zhou Yu, Zhuge Liang boost Zhou Yu determination in fighting against Cao Cao by giving story to Zhou Yu that his wife and Sun Ce’s wife should be presented to Cao Cao to stop the chaos of era.
-In preparation of battle of Chi Bi, Zhou Yu tried to give Zhuge Liang many problems. First he request Zhuge Liang to make thousands of arrows. Zhuge Liang went nearby Cao Cao’s ships and borrow arrows in the midst of foggy weather. Second, Zhou Yu tells Zhuge Liang to burn Wei’s supplies. Third, he send comments to Liu Bei’s emissary that he would be glad if he have feast with Liu Bei. He plot strategy with dancers to assassinate Liu Bei when he is watching the feast. Lu Su later told Zhuge Liang.
-Zhuge Liang later told Liu Bei about the danger, and he request him to send Zhao Yun with a few men to meet him at Sun Quan teritory.
-Zhuge Liang set up Seven stars Altar to borrow East Wind. He later left with Zhao Yun with his men.
-The battle of Chi Bi ensued, and the alliance defeats Cao Cao’s army.
Liu Bei acquired the four southern prefectures of Jing Zhou.
Zhuge Liang was appointed to be Jun Shi Zhong Lang Jiang and he was to administer three of the southern prefectures.

AD 209 Jian An 14th year (29 years old)
-Zhuge Liang take advantages of Jing Zhou teritories when Zhou Yu launch attack with Wei’s generals. Zhuge Liang again, boost Zhou Yu’s anger 1st time.
-Lu Su went to see Zhuge Liang and Liu Bei many times to request them to return Jingzhou’s land. First time Zhuge Liang said “After Liu Qi’s death then, Jingzhou return to them”. However Liu Qi died later. Lu Su went to see Liu Bei and Zhuge Liang later, but the agreement was postponed for some other reasons, not giving excuse to return Jingzhou after they invade “ChangSha, GuiYang, Jiangling, lingling”, or pacify Yizhou.
-Zhuge Liang send Guan Yu to attack Changsha, Zhao Yun to attack GuiYang, ZhangFei to attack Jiangling, and he and Zhao Yun,Zhang Fei to attack Lingling. Changsha and the other teritories were pacify by Liu Bei and Zhuge Liang.

-Lu Fan propose to Sun Quan to let Liu Bei to marry Sun Quan’s sister.
-Zhuge Liang agree Liu Bei to go to Wu to marry Sun Quan’s sister. He gave 3 advices to Zhao Yun to take a look at the advices when : 1) When Liu Bei cross over Wu teritory 2) After some time, when Liu Bei was having a good time with Sun Quan’s sister 3) When Liu Bei and Sun Quan sister have problem returning back to Shu. Zhou Yu went to chase over Zhuge Liang and Liu Bei but retreat when he enter Shu’s teritories. Zhuge Liang and the rest shout the remarks to Zhou Yu “Release Sun Quan’s sister, and loss his army!” Zhuge Liang boost Zhou Yu’s anger 2nd time.

AD 210 Jian An 15th year (30 years old)
-Zhou Yu intend to invade Ba-shu(where Liu Zhang rule), Zhuge Liang and Liu Bei agree to offer his troops food when he pass their teritories. Zhao Yun guarded Shu and did not let Zhou Yu enter gate of Shu kingdom. Zhou Yu retreat and caught by Zhuge Liang’s strategy. Zhuge LIang boost zhou Yu’s anger 3rd time. Death of Zhou Yu.
-Zhuge Liang went to Zhou Yu funeral and cried, spreading Zhou Yu’s strength and talent. All Wu’s officials feel sad for Zhou Yu’s death. Before Zhuge Liang left, he give advice to Lu Su to stop Cao Cao’s attack Wu by spreading rumours to Cao Cao that Ma Teng invading Cao Cao’s teritories.

AD 211 Jian An 16th year (31 years old)
-Liu Bei took this opportunity to enter Yi Zhou (Ba Shu) while Guan Yu and Zhuge Liang were tasked to defend Jing Zhou.
-Cao Cao invaded Jingzhou.Guan Yu and Liu Bei defend against Cao Cao’s troops. Zhuge Liang assigned Zhao Yun to made noise to distract Cao Cao’s troops while they are sleeping.
-Cao Cao have no choice but to retreat their camps further away.

AD 214 Jian An 19th year (34 years old)
-After Pang Tong’s death, Zhuge Liang was took up the post as Master of the Forces (Commander General), assisting Liu Bei to pacify Yizhou. Before he left, he give the task of defending Jingzhou to Guan Yu and tell him “Allied with Sun Quan, but resist Cao Cao”.
-Zhuge Liang, Zhang Fei and Zhao Yun debarked to San Ba.
-Liu Zhang surrender his land.
-Zhuge Liang was promoted to be Jun Shi Jiang Jun and he began to think of measures to resolve the differences between the existing occupants of Yi Zhou (ex-officials of Liu Zhang who surrendered) and the new occupants (Liu Bei and company).

AD 216 Jian An 21th year (36 years old)
Zhuge Liang authored “Da Fa Zheng Shu”.

AD 217 Jian An 22th year (37 years old)
-Zhuge Liang was tasked to defend Cheng Du and he was left in charge of daily administration as well as army supplies to the frontline.

AD 219 Jian An 24th year (39 years old)
-Zhuge Jin went to Shu kingdom and ask Liu Bei and Jingzhou to return Jingzhou. Zhuge Liang write letter to Guan Yu telling him to return part of Jingzhou, implying him not to return Jingzhou to him.

AD 221 Huang Chu 2nd year (41 years old)
-Apr: Zhuge Liang was appointed as the Prime Minister.
-Jul: Zhuge Liang was tasked to defend Cheng Du.

AD 223 Huang Chu 4th year (43 years old)
-Apr : Death of Liu Bei
-May: Liu Shan ascended the Shu’s throne. Zhuge Liang was conferred the Duke of Wu Xiang and Prime Minister. Zhuge Liang administered the State’s affairs and he wrote “Yi Qun Xia Shu”.
-Jun: Rebellion of Yong Kai and the King of Yi Tribe, Gao Ding. Zhuge Liang did not send troops to suppress them but instead adopted peaceful measures. Zhuge Liang implemented agricultural reforms in Shu.
-Sep: Zhuge Liang wrote “Zheng Yi” and dispatched Deng Zhi to Wu to mend relations.

AD 224 Huang Chu 5th year (44 years old)
-Zhuge Liang concentrated on judiciary reforms and wrote “Tan Liao Li Biao” (a report to dismiss Liao Li).
-Apr: Sun Quan sent a diplomatic mission to Shu to mend relations and Deng Zhi was dispatched to Wu in return.

AD 225 Huang Chu 6th year (45 years old)
Southern Campaign (Nanman Attack)
-Mar: Zhuge Liang led a southern expedition against the Nanman.
-Sep: Zhuge Liang quelled the rebellion and adopted pacification schemes in the south.
-Nov: Zhuge Liang sent Fei Yi as emissary to Wu.

AD 226 Huang Chu 7th year (46 years old)
-Jul: Zhuge Liang trained Shu’s army in preparation for northern expedition. He authored “Yi Meng Da Shu” to get Meng Da to surrender to Shu.

Summary of Zhuge Liang’s northern expeditions (6 years 11 months):
-1st – Mar 227 Tai He First year (47 years old)
-Mar: Zhuge Liang submitted “Chu Shi Biao” (the first memorial for the northern expeditions) and “Wei Hou Di Fa Wei Zhao” for Liu Shan. He then led his army and stationed at Han Zhong.
-Jun: Cao Rui and Sima Yi jointly administered military affairs for Jing and Yu Zhou. Troops were stationed at the City of Wan. Zhuge Liang made progress in securing Meng Da’s trust. Peasants rebellion led by Zhang Gong at Guan Han, Mian Zhu (Yi Zhou). Birth of Zhuge Liang’s son, Zhuge Zhan.
-Zhuge Liang launched the first northern expedition via Qi Shan. He recruited Jiang Wei. Ma Su lost Jie Ting and Zhuge Liang retreated to Han Zhong, plotting strategy with his zither to retreat Sima Yi’s troops. Zhuge Liang executed Ma Su, Zhang Xiu and Li Sheng. He further demoted himself by three grades. Zhuge Liang wrote “Quan Jiang Shi Qin Gai Yi Que Shu”.

-2nd – Dec 228 }interval of 1 year 9 months Tai He Second year (48 years old)
-Winter: Zhuge Liang launched the second northern expedition via Shan Guan. He laid siege to Chen Cang but was forced to retreat due to lack of food supplies. Wang Shuang led his troops to pursue Zhuge Liang but was killed by him in an engagement.

-3rd – Apr 229 }interval of 4 months Tai He 3rd year (49 years old)
-Spring: Zhuge Liang launched the third northern offensive. He occupied Wu Du and Yin Ping prefectures. Liu Shan reinstated Zhuge Liang as the Prime Minister. Li Yan persuaded Zhuge Liang to accept the Nine Treasures and Zhuge Liang refused (he replied Li Yan in “Da Li Yan Shu”).
-Winter: Zhuge Liang built 2 cities (City of Han and Yue) at Nan Zheng region.

AD 230 Tai He 4th year (50 years old)
-Zhuge Liang sent Wei Yan into the western Qiang region and defeated the Wei army there.

-4th – Feb 231 }interval of 1 year 10 months Tai He 5th year (51 years old)
-Feb: Zhuge Liang led his fourth northern expedition and surrounded Qi Shan. Zhuge Liang used the newly invented the “Wooden Oxen” to transport army supplies.
-May: Zhuge Liang defeated the Wei army at the city of Lu. Sima Yi entrenched himself, refusing to give battle. Zhuge Liang send Wei Yan to lure Sima Yi to battle, but he is not moved.
-Jun: Zhuge Liang was forced to withdraw when supplies ran out. Zhang He pursued Zhuge Liang all the way to Mu Men where he was shot and
killed by Zhuge Liang. Zhuge Liang retreat back to Shu kingdom, removing camps but making more trenches to confuse Sima Yi.
-Aug: Zhuge Liang submitted “Tan Li Yan Biao” to punish Li Yan.

AD 232 Tai He 6th year (52 years old)
-Zhuge Liang trained his army and engaged in agricultural activities at Huang Sha.
-Zhuge Liang invented the “Flowing Horse” and together with the “Wooden Oxen”, he prepared for the next northern expedition.

AD 233 Qing Long 1st year (53 years old)
-Zhuge Liang use “Confusing soldiers tactics”, creating some ghostly humans to lure Sima Yi’s troops, at the same time, collecting the wheats in Qishan.
-Zhuge Liang used the “Flowing Horse” and “Wooden Oxen” to transport army supplies to Xie Gu.
-Rebellion at south-western Shu by the Nanman warlord Liu Wei.
Zhuge Liang dispatched Ma Zhong to quell the rebellion.
-The Nanman rebellion was suppressed and Liu Wei was killed.

AD 234 Qing Long 2nd year (54 years old)
-5th – Feb 234 }interval of 3 years
-Zhuge Liang launch attack Sima Yi troops. Sima Yi knew the tactics Zhuge Liang used and defeated Zhuge Liang.
-Zhuge Liang lure Sima Yi out to battle with him. Sima Yi get trapped by Zhuge Liang’s strategy. Sima Yi and his sons was ambushed. Zhuge Liang intend to burn them off but the rain pours and giving sign that restore Han empire is impossible.
-Feb: Zhuge Liang stationed his army at Wu Zhang Yuan, constantly send offensive remarks to Sima Yi, lure him out to attack.
-Apr: Zhuge Liang instructed his army to till the land near the River Wei in preparation for a protracted campaign.
-May: Sima Yi and Zhuge Liang reached a stalemate.
-Aug: Zhuge Liang died of sickness and fatigue at Wu Zhang Yuan. After his death, he ask his men to make a fake Zhuge Liang to retreat Sima Yi troops, at the same time remove Shu’s camps.

I wrote out Zhuge’s achivements when I was debating at Koei. I’ll go ahead and post them here for anyone who’s interested.

1. He planned for Liu Bei to take Jing and Yi when they first met and then went on to help Liu Bei do just that.
2. He came up with a plan to save Liu Qi.
3. He got Sun Quan to attack Cao Cao.
4. He built up supplies and troops for Shu.
5. He got Liu Bei to take the throne.
6. He formed many alliances with Wu.
7. He pacified the southern rebels in less then a year.
8. His northern attacks caused the people of Wei to panic and the three prefectures, Qishan, Longyou and (?) surrendered to him.
9. He took Nanan, Longxi and Tian Shui and forced Jiang Wei to submit.
10. He defeated Guo Huai and took two provinces.
11. He fought against Sima Yi and forced him to retreat.
12. He killed Zhang He.
13. He invented the Chu-Ko-Nu, the Wooden Ox, the Flowing Horse, Baozi, the Multiple Arrow Shooter/Arbalist and the 8 Unit Formation.

Meminjam Anak Panah

Posted in Strategi Samkok on Maret 2, 2009 by mareno1989

 

Pada abad ketiga Masehi, Tiongkok terbagi menjadi tiga negara (San Guo atau Samkok) yang selalu dirundung peperangan, yakni negara Wei di sebelah Utara, negara Shu di sebelah Barat Daya, dan negara Wu di sebelah Selatan. Pada suatu waktu, negara Wei mengerahkan tentaranya untuk melakukan serangan ke negara Wu di sungai Yangtze. Pasukan Wei segera maju ke daerah yang lokasinya sangat berdekatan dengan negara Wu, kemudian mereka berhenti disana, mendirikan perkemahan dan menunggu kesempatan yang tepat untuk melakukan serangan ke negara Wu. Jika mereka memperoleh kemenangan, rencana selanjutnya adalah menaklukkan negara Shu. Semenjak tentara negara Wei menjadi sangat kuat dengan memiliki tentara dan senjata dalam jumlah besar, negara Shu dan Wu memutuskan untuk bersatu guna menahan serangan dari negara Wei.

Zhuge Liang

Zhuge Liang

Zhuge Liang, penasihat kemiliteran untuk negara Shu, menuju ke negara Wu untuk menyusun strategi militer bersama dengan Zhou Yu, Jenderal negara Wu, untuk bersatu berperang melawan musuh. Bagaimanapun juga, Zhou Yu sangat cemburu pada ketrampilan Zhuge Liang. Ketika Zhou dan Zhuge sedang mendiskusikan tentang rencana strategi, Zhou bertanya, “Senjata militer apakah yang akan kita gunakan ketika ber-tempur melawan pasukan Cao Cao di sungai?” Zhuge menjawab, “Busur dan anak panah adalah senjata yang terbaik.” Zhou berkata, “Baiklah, saya akan mempertimbangkan pendapat Anda, tetapi kita hanya memiliki sedikit persediaan anak panah. Apakah saya dapat mempercayai Anda untuk membuat seratus ribu buah anak panah? Ini adalah pekerjaan yang benar-benar mendesak. Saya berharap Anda dapat membantu saya dan menerima pekerjaan ini.”

zhuge liang disscussing

zhuge liang disscussing

 Zhuge menjawab, “Baiklah, saya akan menerima perintah Anda dan melakukannya. Bolehkah saya bertanya kapankah Anda membutuhkan anak-anak panah tersebut?” Zhou mengatakan, “Dapatkah Anda menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam sepuluh hari?” Zhuge berkata, “Baiklah, karena pertempuran akan berlangsung sebentar lagi, kita akan mengalami kekalahan apabila kita memerlukan 10 hari untuk membuat anak-anak panah tersebut.” Zhou Yu kemudian bertanya, “Tuan, berapa lamakah waktu yang Anda butuhkan untuk membuat 100.000 anak panah?” Zhuge kemudian menjawab, “Saya hanya membutuhkan waktu tiga hari.” Zhou sangat tercengang dan mengatakan, “Kita berada tepat pada arah jam sebelas dan tidak boleh mempermainkan satu sama lain.” Zhuge menjawab, “Tidak, saya tidak berani bergurau pada saat kritis seperti ini. Saya bersedia menulis sebuah surat perjanjian: Jika saya tidak mampu membuat 100.000 buah anak panah dalam tiga hari, maka saya bersedia untuk dihukum.” Zhou sangat bahagia mendengarnya. Dia membuat Zhuge menulis surat perjanjian dan kemudian menghiburnya dengan minuman anggur serta makanan enak. Di meja perjamuan, Zhuge berkata, “Sekarang hari sudah larut malam, oleh sebab tiga hari terhitung mulai besok, kerahkan 500 orang tentara menuju pinggir sungai untuk mengumpulkan anak panah.” Setelah meneguk sedikit cangkir minuman anggur lagi, Zhuge Liang kemudian beranjak pergi. Sesudah Zhuge Liang menerima tugas tersebut, Dia tidak kelihatan cemas tentang bagaimana cara memenuhi perintah tersebut. Dia mengatakan kepada Lu Su, seorang menteri dari negara Wu yang memiliki sikap bersahabat terhadapnya, bahwa sangatlah mustahil membuat begitu banyak anak panah dalam waktu singkat seperti itu dengan memakai cara yang konvensional (biasa). Maka Zhuge kemudian meminta Lu Su membuatkan 20 buah kapal kecil yang telah siap dan menempatkan 30 orang tentara pada masing-masing kapal tersebut. Kapal-kapal tersebut ditutupi kain hitam dan dibuatkan orang-orangan dari jerami lalu diletakkannya di setiap sisi kapal. Zhuge kemudian memohon Lu berulang kali agar menyimpan rencana rahasianya. Lu menyiapkan segala hal keperluan yang dibutuhkan Zhuge tanpa mengetahui apa-apa tentang rencana tersebut. Zhuge Liang mengatakan bahwa dia akan memiliki 100.000 buah anak panah yang akan siap dalam tiga hari, akan tetapi pada hari pertama dia tidak akan membuat anak panah satu pun dan begitu pula pada hari kedua tidak ada satu anak panah apapun. Tepat di hari ketiga dan masih belum ada satu anak panahpun terlihat. Semua orang mulai khawatir terhadap Zhuge. Jika dia tidak dapat menghasilkan anak-anak panah tersebut, dia akan kehilangan hidupnya. Pada tengah malam di hari kedua, Zhuge mempersilakan Lu naik ke kapal kecil dan kemudian Lu bertanya mengapa dia diundang naik ke atas kapal tersebut. Zhuge menjawab bahwa dia ingin Lu pergi bersamanya untuk mengumpulkan anak panah. Lu Su seketika menjadi bingung dan bertanya, “Kemana kita akan pergi untuk mendapatnya?” Zhuge kemudian tersenyum dan berkata, “Ketika waktunya tiba, Anda akan mengerti.” Kemudian Zhuge memberikan perintah untuk menghubungkan dua puluh kapal tersebut dengan tali kemudian mulai bergerak maju ke arah kamp tentara Wei. Malam itu berkabut tebal. Kabut kian menjadi lebih tebal, semakin cepat kapal-kapal tersebut mendekati perairan, seperti apa yang diperintahkan oleh Zhuge Liang. Ketika mereka telah mendekati kamp tentara Wei, Zhuge memberikan perintah agar kapal-kapal tersebut ditempatkan berbaris berhadapan searah horizontal di sepanjang tepi sungai. Tentaranya memukul keras genderang dan berteriak memberi aba-aba. Lu Su sangat ketakutan setengah mati dan berkata kepada Zhuge, “Kita hanya me-miliki 20 kapal kecil dan sekitar 300 orang tentara. Jika tentara Wei menyerang kita, kita sudah pasti dapat terbunuh.” Tapi Zhuge berkata sambil tersenyum, “Saya bertaruh kalau pasukan tentara Wei tidak akan berani menyerang dengan cuaca berkabut tebal seperti ini. Kita dapat menikmati minuman kita di sini. Jenderal pasukan Wei, Cao Cao, mendengar suara drum dan sorak-sorai dan memerintahkan pasukan tentaranya agar tidak menyerang karena kondisi kabut yang terlalu tebal membuat kesulitan melihat situasi. Dia malah memerintahkan pasukan pemanahnya agar menembakkan anak panah guna mencegah kedatangan musuh yang terlalu dekat. Cao Cao memerintahkan lebih dari 10.000 pasukan pemanah untuk menembakkan anak panah ke arah sungai.

Borrowing arrows

Borrowing arrows

Dengan segera, orang-orangan jerami di atas kapal dipenuhi dengan anak panah. Zhuge Liang menyuruh kapal untuk berputar balik agar orang-orangan jerami pada sisi kapal yang lain mendapat anak panah dari tentara Wei. Dalam waktu singkat semua orang-orangan jerami tersebut terisi oleh anak panah. Di saat hari mulai menjelang dinihari, kabut masih terlihat tebal. Zhuge Liang menyuruh pasukan tentaranya berteriak dengan suara sekeras mungkin, “Terima kasih Perdana Menteri Cao karena Anda telah memberi kami begitu banyak anak panah.” Mereka dengan segera berlayar kembali ke pinggir selatan sungai. Sebelum Cao Cao sadar bahwa dia telah diperdaya, arus mendorong kapal Zhuge dan dengan segera mereka telah berlayar pergi lebih dari 10 kilometer, dan sudah terlalu terlambat bagi Cao Cao untuk mengejar mereka. Ketika kapal tiba di pangkalan Wu, ada 500 tentara Jenderal Zhou Yu menunggu di atas pinggir sungai guna mengumpulkan anak-anak panah tersebut. Jumlah anak panah yang terkumpul berjumlah lebih dari 100.000. Zhou Yu mengatakan dengan desah panjang dan berat, “Zhuge Liang mempunyai pemikiran ke masa depan dan strategi cerdik seperti seorang dewa. Saya bukanlah tandingan baginya. Lu Su berkata kepada Zhuge Liang, “Tuan, Anda adalah seorang ahli spiritual, bukan seorang manusia! Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa akan ada kabut tebal?” Zhuge menjawab, “Sebagai seorang jenderal, sudah semestinya mengetahui tentang ilmu astronomi, geografi, ramalan, prinsip yin dan yang, formasi dalam pertempuran, begitu juga susunan strategi tentara, atau di lain hal dia baik tanpa pamrih. Saya tahu tiga hari ke depan bahwa akan ada kabut tebal sehingga itulah alasan mengapa saya berani menyetujui batas waktu tiga hari.” Mendengar ini, Lu Su semakin mengagumi bakat Zhuge Liang.